BAHAYANYA RIYADOH JIKA SALAH NIAT

BAHAYANYA RIYADOH JIKA SALAH NIAT


💞
Ruang Saling Menasihati | Inspirasi | Motivasi | Muhasabah | Kajian Islami
💞
ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ
بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اِلَهِى اَنْتَ مَقْصُوْدِيْ وَرِضَاكَ مَطْلُوْبِيْ اَعْطِنِيْ مَحَبَّتَكَ وَمَعْرِفَتَكَ
Banyak dari kita yang ingin rezeki lancar, bisnis maju, hutang lunas, jabatan naik, ingin cepat punya istri atau suami, jual beli laris, ingin diterima kerja, lulus ujian, atau hajat lainnya terkabul, dan langsung mengamalkan berbagai macam riyadoh seperti dzikir, sholat sunah, kholwat, puasa, sholawat, melek, manaqib, mandi taubat, khotaman dan amalan ibadah lainnya
Tapi, pernahkah merenung ga, kenapa sudah rajin riyadoh tapi hajat belum juga sampai.....? Hati-hati, jangan-jangan ada yang salah dengan niat kita.
Rajin melakukan riyadhoh atau latihan spiritual namun niat utamanya untuk urusan duniawi seperti ingin rezeki lancar, bisnis maju, hutang lunas, jabatan naik atau urusan duniawi lainnya, hukum asalnya adalah terlarang dan bisa menggugurkan pahala akhirat. Amalan tersebut dianggap cacat karena tidak didasari keikhlasan.
Bahaya lainnya jika riyadoh salah niat akan mendapatkan kecewa dan putus asa. Jika niatnya hanya memaksa Alloh SWT agar hajat instan terkabul, saat hasilnya belum terlihat, kita rentan stres bahkan menyalahkan takdir.
Dan juga akan terjebak riya' dan ujub. Niat yang salah bisa membuat kita haus pujian. Merasa diri paling suci atau rajin ibadah dibanding orang lain, yang justru menghapus pahala amalan.
Barangsiapa yang melakukan amal saleh namun tujuannya hanya untuk kehidupan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan bagian pahala apapun di akhirat kelak, hal ini ditegaskan dalam Al-Qur'an.
"Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh sesuatu di akhirat kecuali neraka, dan sia-sialah di sana apa yang telah mereka usahakan di dunia dan terhapuslah apa yang telah mereka kerjakan".(Qs.Hud: 15-16).
Orang yang ibadahnya hanya untuk mengejar kesuksesan dunia, hidupnya tidak akan merasa puas dan selalu kurang sekalipun hartanya berlimpah. Dalam sebuah hadits yang mulia Baginda Rosululloh Saw bersabda mengenai bahaya menjadikan dunia sebagai orientasi dalam beramal.
"Barang siapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Alloh akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai-beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya".(Hr. Tirmidzi).
Seorang waliyulloh dan mursyid hamil mukamil Yang mulia Syekh Ibrahim Ad Dasuqi Ra beliau berkata : "Seorang murid yang melakukan Riyadhoh atau latihan dengan mengucapkan nama-nama Alloh yang ada didalam Asmaul Husna dengan niat untuk mendapatkan harta dan kedudukan seperti yang dijalankan oleh para dukun, maka ia akan berhasil, tetapi dunianya dan akheratnya akan rugi, sebab ia menggunakan nama-nama Alloh dengan tujuan rendah".
Riyadoh seharusnya menjadi bentuk cinta dan penghambaan. Jika niatnya hanya untuk materi duniawi, ibadah terasa seperti transaksi dagang, bukan pengabdian.
Lalu bagaimana caranya agar riyadoh atau ibadah yang kita lakukan mendapatkan ridhonya Alloh Swt.
Riyadhoh yang benar menurut ahli thoriqoh adalah latihan spiritual yang dibimbing oleh syekh mursyid asli kamil mukamil dan berlandaskan pada syariat Islam. Tujuannya bukan untuk kesaktian atau duniawi, melainkan untuk memperkuat keimanan, ketakwaan, memperbaiki akhlak, menyucikan hati dan mendekatkan diri kepada Alloh SWT.
Dalam Islam, seorang muslim atau murid thoriqoh terkhusus murid Tqn Pp Suryalaya tidak dilarang untuk meminta kebaikan dunia. Namun, kunci utamanya adalah menjadikan akhirat sebagai prioritas utama dan niat ibadah murni karena Alloh.
Ketika tujuan utama kita adalah akhirat, maka Alloh SWT akan memberikan kecukupan di hati dan urusan dunia akan mengikuti dengan sendirinya.
Riyadhoh seperti dzikir, puasa, kholwat, sholat sunah, melek, sholawat, mandi taubat, manaqib, khotaman dan amalan baik lainnya, itu adalah ikhtiar langit atau jalur langit. Kita boleh meminta duniawi tapi niat utamanya tetap untuk mencari ridho Alloh Swt.
Yang mulia syekh Abu Bakar Al-Warraq Ra beliau berkata : "Seorang murid yang tidak meluruskan kehendaknya diawal thoreqat atau dalam perjalanan thoreqatnya, maka ia akan menyesal diakhirnya. Karena ia mengabdi kepada Alloh hanya untuk memenuhi kewajiban Tuhannya, bukan untuk mendekatkan diri kehadirot Tuhannya, sehingga ia bagai seorang pegawai yang menuntut upah.
Perbuatan semacam itu bukan perbuatan ahli thoriqoh yang istimewa. Mungkin pelakunya bisa naik hingga ke Hadirot Ilahi, tetapi ia akan tertolak, sebab Hadirot Ilahi hanya menerima pengabdian yang tidak mengharapkan pamrih apapun dari Alloh selain rodho-Nya".
Perlu diketahui, riyadhoh yang paling utama bagi seorang murid thoriqoh terkhusus bagi muridnya yang mulia pangersa Abah anom adalah dzikir, yaitu dzikir jahar dan dzikir khofi. Dzikir menjadi inti perjalanan spiritual seorang murid untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT.
Dzikir berfungsi sebagai sarana utama untuk menyucikan hati manusia dari sifat-sifat tercela atau penyakit hati seperti riya, sombong, takabur dan cinta dunia, sehingga hati menjadi bersih dan siap menerima cahaya Ilahi.
Melalui dzikir, murid dilatih untuk selalu mengingat Alloh SWT dalam setiap keadaan, menjaga kesadaran spiritual, dan merasakan kehadiran-Nya kapan pun dan di mana pun.
Dzikir dalam thoriqoh bersifat spesifik dan untuk mengamalkannya harus melalui baiat talqin dzikir dengan panduan serta sanad keilmuan dan silsilah yang bersambung langsung dari mursyid asli kamil mukamil hingga kepada yang mulia baginda Rosululloh SAW.
👳
Mari kita perbaiki niat kita di setiap amalan kebaikan. Dan semoga kajian ini menjadi wasilah untuk kita semua mendapatkan hidayah, taufik, rahmat, maghfiroh disertai dengan mendapatkan cinta dan ridhonya Alloh SWT di dunia dan di akherat, Aamii
🤲
https://web.facebook.com/share/p/18rprZvcNY/

Link sumber :

Posting Komentar

0 Komentar