Tausiah Nasuha :Rihlah

 Tausiyah Pendek : RIHLAH


*Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,*

*Alhamdulillah, washalatu wasalamu ’ala rasulillah, wa ’ala alihi wa shahbihi ajma’in. Amma ba’du.*
Jamaah yang dirahmati Allah,
Seringkali kita terjebak dalam rutinitas yang monoton. Berangkat pagi, pulang petang, memikirkan dunia yang tidak ada habisnya, hingga tanpa sadar hati kita mulai jenuh, pikiran menjadi penat, dan jiwa terasa gersang.
Tahukah Anda? Islam bukanlah agama yang kaku. Islam tidak meminta kita untuk terus-menerus memikirkan dunia tanpa jeda, bukan pula menyuruh kita beribadah ritual tanpa henti hingga melupakan hak tubuh kita. Di sinilah letak indahnya syariat kita, yang menganjurkan sebuah amalan yang menyenangkan namun bernilai ibadah, yaitu: **Rihlah** atau pergi berlibur (tadabur alam).
Dalam Al-Qur'an, Allah *Subhanahu wa Ta'ala* berulang kali berfirman, salah satunya dalam Surah Al-An'am ayat 11:
> *"Katakanlah (Muhammad), 'Berjalanlah di bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.'"*
Pergi berlibur dalam pandangan Islam bukan sekadar membuang waktu atau bersenang-senang tanpa arah. Jika diniatkan dengan benar, berlibur memiliki manfaat yang sangat mendalam bagi manusia:
---
### 1. *Tadabur* Alam: Sarana Mengenal Kebesaran Allah
Saat kita melangkah keluar dari lingkungan sehari-hari—melihat megahnya gunung yang menjulang, hamparan laut yang tak bertepi, atau menghirup udara segar di pedesaan—hati kita akan berbisik, *"Maha Suci Allah yang telah menciptakan semua ini."*
Melihat keindahan ciptaan-Nya secara langsung adalah cara paling efektif untuk menyadari betapa kecilnya kita, dan betapa Mahabesar-Nya Sang Pencipta. Liburan seperti ini akan menyalakan kembali api iman yang mungkin sempat meredup.
### 2. Mengistirahatkan Jiwa dan Pikiran (*Refreshing*)
Rasulullah *shallallahu ‘alayhi wa sallam* pernah bersabda kepada sahabat Hanzhalah yang merasa imannya turun ketika sedang sibuk dengan urusan keluarga: *"Wahai Hanzhalah, beristarahatlah sejenak (pikirkan duniawimu sejenak), beristirahatlah sejenak."*
Jiwa manusia memiliki rasa lelah. Liburan ke tempat baru, melihat pemandangan yang menyegarkan mata (*thariqul 'ain*), adalah obat herbal terbaik untuk stres. Pikiran yang jernih setelah berlibur akan membuat kita lebih produktif dan lebih khusyuk dalam beribadah saat kembali pulang.
### 3. Membuka Cakrawala dan Meruntuhkan Keangkuhan
Orang yang jarang keluar dari "tempurungnya" cenderung berpandangan sempit dan mudah menyalahkan orang lain. Dengan berlibur ke tempat baru, kita melihat ragam budaya, adat, dan cara hidup manusia lain. Ini melatih sifat *tawadhu* (rendah hati) dan empati, membuat kita sadar bahwa bumi Allah itu luas dan rezeki-Nya tersebar dengan cara yang unik.
---
### Menata Niat Sebelum Berangkat
Agar liburan kita bernilai pahala dan membawa pencerahan, ubahlah *mindset* kita dengan tiga hal ini:
* **Luruskan Niat:** Jangan berniat untuk pamer (*riya*) di media sosial atau sekadar menghamburkan uang. Niatkan untuk mengagumi ciptaan Allah dan menyegarkan raga demi ibadah yang lebih baik.
* **Tetap Jaga Batasan Syariat:** Ke mana pun kita pergi, jangan pernah meninggalkan salat. Jangan pula liburan menjadi ajang untuk mendekati maksiat.
* **Bawa Pulang Rasa Syukur:** Sepulang dari berlibur, tanyakan pada diri sendiri: *Apakah saya menjadi pribadi yang lebih bersyukur? Apakah saya menjadi lebih menyayangi keluarga?*
**Kesimpulannya:**
Jangan ragu untuk mengagendakan liburan bersama keluarga atau orang-orang tercinta. Keluarlah melihat dunia. Bumi ini adalah sajian keindahan dari Allah untuk kita nikmati. Pulanglah dengan jiwa yang baru, pikiran yang bersih, dan iman yang lebih kokoh.
*Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.*

Posting Komentar

0 Komentar