Ajarkan 7 Aturan Perteman Kepada Anak Lelakimu
Suatu hari akan ada teman yang berkata ke anak lelaki mu:
"Kalau berani, buktiin!"
"Ah gitu aja takut!"
"Kalau teman, harusnya ikutan!"
Dan saat itu terjadi, kita mungkin tidak sedang berada di sampingnya. Maka ajarkan 7 aturan pertemanan sejak sekarang.
"kamu tidak perlu membuktikan dirimu agar diterima"
Nak... kalau kamu harus terus terlihat keren, lucu, berani, atau melakukan sesuatu yang sebenarnya tidak kamu kamu. Mungkin kamu sedang berusaha diterima, bukan sedang berteman.
Teman yang baik tidak membuatmu sibuk membuktikan diri. Di dekat mereka, kamu tetap boleh menjadi dirimu sendiri.
"Jangan lakukan hal yang berbahaya hanya agar dianggap berani"
"Masa gitu aja takut?"
"Buktikan kalau kamu laki-laki!"
"Yang lain aja berani"
Nak... jangan biarkan kalimat seperti itu menentukan keputusanmu. Kamu tidak perlu membahayakan dirimu hanya supaya orang lain terkesan. Kadang keberanian terbesar justru terlihat saat kamu berani bilang, "nggak, aku gak ikut!".
"Jangan jadi kejam hanya agar kamu diterima kelompok"
Ketika satu anak diejek, mungkin semua orang tertawa, dan mungkin kamu takut dianggap aneh kalau tidak ikut. Tapi Nak... jangan jadikan penderitaan orang lain sebagai harga yang harus dibayar supaya kamu diterima. Tidak ikut mengejek bukan berarti lemah. Kebaikan mu adalah karakter. Pertahankan itu.
"Pilih teman yang membuatmu bertumbuh, bukan berubah jadi lebih buruk"
Nak... hati-hati dalam memilih siapa yang paling sering bersama mu. Karena lama-lama, cara mereka bicara bisa menjadi cara bicaramu. Kebiasaan mereka bisa menjadi kebiasaanmu. Dan hal yang mereka anggap biasa bisa mulai terasa biasa bagimu.
Pilih teman bukan bukan hanya karena dia seru. Pilih teman yang karakternya "layak" kamu tiru.
"Tidak" tetap berarti "tidak", meski temanmu tidak menyukainya.
Kamu boleh berkata:
"Nggak!"
"Aku nggak mau"
"Aku nggak nyaman"
"Aku nggak ikut!".
Kamu tidak harus membuat alasan panjang supaya batasmu dihargai. Teman yang baik mungkin kecewa dengan keputusanmu. Tapi dia tidak akan memaksamu melanggarnya.
"Jangan cuma mencari teman baik, jadilah teman baik!"
Kalau ingin punya teman yang bisa dipercaya, jadilah orang yang bisa dipercaya. Tepati janji. Jangan membuka rahasia nya. Hadir ketika dia sedang susah. Jangan mempermalukannya demi membuat orang lain tertawa.
Dan ketika kamu tahu kelemahannya, jangan pernah gunakan itu untuk menyakitinya saat kalian sedang bertengkar. Nak... karakter itu jauh lebih berharga daripada popularitas.
"Kalau untuk diterima kamu harus kehilangan dirimu... Pergi!"
Nak... kamu tidak membutuhka puluhan teman agar hidupmu terasa berarti. Lebih baik punya 2-3 teman yang benar-benar bisa dipercaya, daripada berada ditengah banyak orang tapi terus berpura-pura menjadi orang lain.
Ingat perbedaannya
"Aku harus berubah supaya mereka menerimaku"
"Aku diterima tanpa harus kehilangan diriku"
Bu... mari kita ikhtiarkan besarkan anak laki-laki yang tahu nilai dirinya. Bukan anak yang rela melakukan apa saja karena takut ditinggalkan teman. Bukan pula anak yang harus menjadi paling populer. Tapi ana yang tahu:
"Aku boleh memilih siapa yang dekat denganku"
"Aku boleh bilang tidak"
"Aku tidak perlu kehilangan diriku hanya supaya diterima"
Karena suatu hari kita tidak selalu berada disampingnya untuk memilihkan teman. Maka bekali dia denga karakter agar dia mampu memilih sendiri.
Bu... menurutmu, apa kendala ketika kita sebagai orang tua mengajarkan aturan dalam berteman?
Boleh berbagai pengalamanmu di kolom komentar ya.

0 Komentar