Air Mata Maduku

SUAMIKU SEKARANG SERING CURI-CURI PANDANG. DIA BILANG PENAMPILANKU KINI LEBIH CANTIK DARI ISTRI BARUNYA.


Air Mata Maduku
Cuplikan 11c
"Paket untuk siapa, Pak?"
"Atas nama Zahra, Bu."
"Apa? Zahra belanja sebanyak ini? Bapak nggak salah ?"
Kurir itu menggeleng.
Dari sini aku bisa melihat jelas wajah Liana yang merah padam melihat barang belanjaanku. Pasti perempuan itu merasa kepanasan melihat barang-barang branded yang aku beli. Dalam hati aku terkikik geli melihat wajahnya yang mulai emosi.
Semua belanjaanku di letakkan di sofa. Dengan teliti dibacanya satu-satu tulisan brand ternama yang bukan abal-abal di setiap paper bag dan kemasan barang-barang yang aku beli.
Liana pasti tahu bahwa itu adalah asli dan mahal.
Tak lama kemudiaan Liana meraih ponselnya dan menghubungi seseorang. Hmm, sudah kuduga. Maduku itu menghubungi Mas Dewa.
"Mas, kamu beliin Zahra barang-barang branded, kenapa aku nggak kamu beliin juga?" Liana bicara setengah membentak.
"Ini buktinya, banyak kiriman barang-barang branded atas nama Zahra diantar kurir. Pokoknya aku nggak mau tau. Aku juga harus kamu beliin baju-baju baru, tas dan sepatu dengan brand ternama. Titik!"
Liana bicara dengan emosi yang meluap-,luap. Kemudian ponselnya dibanting ke atas sofa.
Aku terkikik geli menyaksikan drama yang diciptakan oleh maduku itu. Pasti nanti setelah Mas Dewa pulang akan ada drama kedua.
Perlahan aku menghampirinya yang masih terlihat gusar.
"Eh, ternyata barang pesananku sudah datang. Waaah, bagus-bagus banget ternyata!"
Dengan sengaja aku membuka satu persatu barang-barang itu di depan Liana. Maduku yang sedang pcççčura-pura sibuk dengan ponselnya itu terlihat sesekali melirik dengan ekor matanya. Namun jelas sekali wajahnya sangat kesal.
"Liana, lihat deh. Bagus banget kan tasku ini. Keluaran terbaru, loh! Limites edition, loh!"
Liana tak menoleh sedikitpun. Namun wajahnya kembali memerah.
"Dasar boros! Bisa habis uang suamiku gara-gara kamu!" bentaknya seraya berjalan masuk ke kamarnya.
Embun dimatanya sudah mulai terlihat. Liana pasti akan merengek minta pada Mas Dewa dibelikan barang-barang branded.
Sayup-sayup terdengat suara isakan tangis dari kamarnya.
Menangislah lagi maduku. Ini baru saja permulaan. Tunggu kejutan berikutnya dariku.
Senyum kepuasan terbit di wajahku.
Judul : AIR MATA MADUKU
Penulis : Rina Novita
Tamat di Kbmapp

Posting Komentar

0 Komentar